Blog yang memuat artikel penting serta informasi menarik seputar agama,kesehatan,kendaraan,olahraga,internet,bisnis online,komputer hardware dan software,gadget,tips blogging dan SEO,pergaulan seks dan rumah tangga,serta berita sosial yang unik dan aneh dari seleruh belahan dunia yang paling update dan aktual

.
Powered by Blogger.
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts
Partai Keturunan Eyang Subur?

Partai Keturunan Eyang Subur?


Jakarta (voa-islam.com) Tokoh paling banyak diberitakan dan menjadi perdebatan di negeri ini adalah "Eyang Subur". Semua media, terutama media elektronik, tak habis-habis dan tanpa jeda mengangkat tentang Eyang Subur. Laki-laki tua yang beristeri delapan itu, sekarang menjadi pusat kontroversi.

Eyang Subur dihujat, dikritik, dan bahkan disumpahi. Tetapi tak sedikit pula pembelanya. Eyang Subur bukan sendiri. Memiliki pengikut. Kekayaannya menurut sejumlah orang mencapai ratusan miliar. Entah dari mana.

Pengikutnya atau orang yang datang ratusan. Berbagai kelas. Berbagai kalangan. Ada artis, selebriti, pejabat, pengusaha, dan politisi. Semuanya yang datang kepada Eyang Subur mengharapkan berkah.

Mereka yang datang kepada Eyang Subur dengan keyakinan. Bukan tidak dengan keyakinan dan harapan. Semua yang datang mula-mula dengan keyakinan. Mereka yakin Eyang Subur, seorang tokoh yang dapat memberikan  keberkahan, terutama bagi kehidupan mereka.

Mereka yang datang itu, rata-rata bukan orang yang "bodoh", orang-orang yang  berpendidikan dan mengerti. Mungkin diantara mereka yang datang memiliki problem kejiwaan, terutama terkait dengan keyakinan hidup mereka (aqidah/iman).

Sejatinya, orang-orang yang datang itu, mereka memiliki keinginan, ambisi, obsesi, dan cita-cita, tetapi mereka tidak memiliki jalan yang benar. Mereka terobsesi terhadap tokoh yang bernama, Eyang Subur.

Eyang Subur dianggap sebagai solusi bagi problem kehidupan  mereka. Sekarang begitu banyak orang-orang diperkotaan didera dengan berbagai problem kehidupan yang tak  habis-habis.

Lalu, mereka menemukan sosok sebagai solusi bagi keinginan, ambisi, obsesi, dan cita-citanya. Semua hanyalah terkait dengan kehidupan duniawi, yaitu nafsu perut dan farj (kemaluan).

Manusia itu semuanya tak terlepas dari nafsu perut dan farj. Nafsu perut dan farj itu selamanya menjadi  problem bagi kehidupan seorang manusia. Selebriti, pejabat, artis, pengusaha, politisi, dan  aktivis, semuanya memiliki problem dengan nafsu perut dan farj. Masalah itu dari waktu-waktu tak pernah selesai.(QS : Al-Imran : 14)

Maka, tidak sedikit orang-orang  yang  lari kepada orang "pinter" seperti Eyang Subur, sebagai katalisator terhadap problem yang mereka hadapi.

Mereka ingin karir dan jabatan tinggi, pergi ke Eyang Subur. Mereka ingin  menjadi selibriti paling terkemuka, pergi ke Eyang Subur. Mereka yang ingin sukses usaha, pergi ke Eyang Subur. Mereka yang ingin mendapatkan jodoh pergi ke Eyang Subur. Mereka yang ingin menjadi politisi sukses, pergi ke Eyang Subur.

Tetapi, semuanya keinginan, ambisi, obsesi, dan cita-cita tak lebih hanya merupakan manifestasi dari nafsu perut dan farj. Bukan lainnya. Betapapun Eyang Subur itu sudah sangat tidak rasional.

Tetapi, banyak kalangan yang sudah terjerat dengan nafsu perut dan farj itu, akhirnya larinya ke Eyang Subur. Eyang Subur menjadi tokoh yang diikuti dan diyakini bisa memberikan segalanya. Karena itu, banyak kalangan yang berbondong-bondong bersedia menjadi murid Eyang Subur.

Tokoh model Eyang Subur itu begitu banyak di Indonesia. Eyang Subur bukan tunggal. Banyak sekali model  tokoh seperti Eyang Subur, dan memiliki pengikut yang setia, dan bahkan menyakini tentang kelebihan dan keberkahan yang dimiliki oleh Eyang Subur.

Sehingga, begitu banyak orang yang bersedia menjadi pengikut dan menyerahkan diri mereka kepada tokoh "spiritual" yang sangat kontroversi itu. Mereka menjadikan Eyang Subur sebagai "nabi", yang sangat ditaati dan dipercaya perilakunya dan ucapannya.

Di hari ini, begitu banyak pula orang yang hidupnya bukan hanya digantungkan kepada Allah Azza Wa Jalla. Termasuk sekarang begitu banyak orang  yang menjadikan kekuasaan dan sistem demokrasi itu sebagai "tuhan", dan mereka meyakini kekuasaan dan demokrasi dapat memberikan segalanya, terutama bagi kehidupan mereka.

Tokoh atau pemimpin partai politik, tak kalah kedudukan dengan Eyang Subur. Para pemimpin partai dan tokoh partai menjadi "kingmaker" (penentu), menentukan nasib mereka. Di mana  para elite dan aktivis partai yang memiliki keinginan, ambisi, obsesi, dan cita-cita kekuasaan, maka menjadikan "partai" dan "demokrasi"  bukan hanya sebagai wasail (sarana), tetapi sudah menjadi  tujuan (ghoyah).

Karena dengan kekuasaan yang dimiliki itu, semua keinginan, ambisi, obsesi, dan cita-cita akan dapat diwujudkan, terutama yang terkait dengan nafsu perut dan farj, dan itu bentuk kenikmatan dunia.

Orang-orang menggunakan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya guna mewujudkan keinginan,ambisi, obsesi, dan cita-cita, maka dengan kekuasaan semuanya itu akan dapat memenuhi nafsu perut dan farj.

Bukan membela rakyat. Membela rakyat itu hanyalah bohong  belaka. Tak ada satupun pembelaan terhadap rakyat yang  mereka lakukan, ketika sudah berkuasa. Ketika mereka berkuasa, pertama-tama yang mereka lakukan memenuhi kebutuhan nafsu perut dan farj.

Memang, para pemimpin atau tokoh partai dengan cara dan gaya retorika yang mereka miliki dengan keahlian masing-masing bisa memilih diksi (kata) guna menyihir pengikutnya agar mendapatkan pengikut yang banyak. Dengan pengikut yang banyak  itulah, mereka dapat memenuhi nafsu perut dan farj.

Mereka bisa mendapatkan jabatan, kekuasaan, pengaruh, harta, dan wanita. Segalanya hanya dapat dipenuhi dengan kekuasaan.

Seperti Soekarno yang begitu retoris, dan pidatonya selalu menggetarkan setiap orang yang mendengarkannya. Tetapi Soekarno, yang pandai memilih diksi (kata), yang  bisa sangat menyihir pengikutnya dan rakyat itu, dan terkadang dapat membangkitkan semangat, tak lebih tokoh yang begitu dipenuhi oleh nafsu perut dan farj.

Begitu banyak isteri Soekarno. Termasuk penari nite club Jepang, yang dikenal dengan Dewi Soekaarno.

Apa yang membedakan antara Eyang Subur dengan tokoh partai politik? Tidak banyak. Antara Eyang Subur dengan tokoh atau pemimpin partai politik hampir mirip.

Eyang Subur didatangi orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia, dan kenikmatan. Orang yang datang kepada para pemimpin partai politik juga menginginkan kenikmatan duniawi. Guna memenuhi nafsu perut dan farjnya.

Orang yang datang kepada Eyang Subur datang berbagai kalangan dan profesi serta latar belakang, selibriti, artis, pejabat, pengusaha, dan tokoh politik.

Pemimpin partai juga didatangi para artis yang ingin mendapatkan kekuasasan atau jabatan. Pemimpin partai politik didatangi calon gubernur, calon bupati, calon direktur BUMN, calon presiden, calon wakil presiden, dan semuanya yang ingin mendapaktan kekuasaan dan kenikmatan dunia.

Meskipun, semuanya itu, tidak sesuai dengan nilai-nilai aqidah dan keimanan yang menjadi keyakinan setiap Muslim, yaitu al-Islam.

Bedanya Eyang Subur mungkin tidak secanggih dan sefasih dalam membaca al-Fathihah seperti para tokoh dan pemimpin partai politik, tidak seluas pengetahuannya, tidak sehebat retorikanya, tetapi hakekatnya sama, yaitu bertujuan ingin mendapatkan dan memenuhi nafsu perut dan farj.

Eyang Subur sudah mempraktekkannya dengan isterinya yang berjumlah delapan. Wallahu'alam

Sumber:http://www.voa-islam.com/news/opini/2013/04/19/24062/partai-keturunan-eyang-subur/
Ustadz Kok Terima Amplop?

Ustadz Kok Terima Amplop?


Ustadz Kok Terima Amplop?


Oleh: Ustadz Fuad Al-Hazimi


VOA-ISLAM.COM - Why not? Mengajarkan Al-Qur'an adalah amal yang paling berhak untuk diberi penghargaan. Syaikh Utsaimin menjelaskan, jika mengajar, yang membutuhkan waktu, tenaga, fikiran, kelelahan, maka tidak apa-apa dia mengambil upah dengan dasar hadits Nabi :


إِنَّ اَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللهِ


Sesungguhnya perkara yang paling berhak kalian ambil upahnya adalah kitabullah. (Hadits shahih riwayat Bukhari, 5737 dari sahabat Ibnu Abbas).


Menerima atau mengambil upah karena mengajar Al-Qur`an atau dakwah, merupakan masalah yang diperselisihkan oleh para ulama.


Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat boleh menerima upah atau mengambil upah karena mengajarkan Al-Qur`an atau dakwah.


Sebagian Ulama yang lain berpendapat tidak boleh. Yang berpendapat seperti ini, yaitu: Imam Az Zuhri, Abu Hanifah dan Ishaq bin Rahawaih. Yang berpendapat boleh, mereka mengambil dalil hadits di atas yang diriwayatkan Imam Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas, juga beberapa hadits yang lain, seperti Nabi menikahkan seorang sahabat dengan hafalan Qur’annya, dan ini haditsnya shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari sahabat Sahl bin Sa’ad.


Pendapat yang rajih (kuat) dari dua pendapat ulama ini, yaitu tentang bolehnya mengambil upah dari mengajarkan Al-Qur`an dan berdakwah.


Tetapi yang perlu diingat, bahwa setiap orang yang menuntut ilmu, kemudian mengajarkan Al-Qur`an ataupun berdakwah, maka dia harus melakukannya semata-mata ikhlas karena Allah dan mengharapkan ganjaran dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.


Tidak boleh ia mengharapkan sesuatu dari manusia baik berbentuk harta maupun yang lainnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللهِ,لاَيَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَالَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


"Barangsiapa menuntut ilmu, yang seharusnya ia tuntut semata-mata mencari wajah Allah ‘Azza wa Jalla, namun ternyata ia menuntutnya semata-mata mencari keuntungan dunia, maka ia tidak akan mendapatkan aroma wanginya surga pada hari kiamat".


[Hadits shahih riwayat Abu Dawud, 3664; Ahmad, II/338; Ibnu Majah, 252; dan Hakim, I/85 dari sahabat Abu Hurairah. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Hakim dan disetujui oleh Imam Adz Dzahabi].


Komentar saya; ngajarnya gratis, bensin, transport dan menyisihkan waktu sampai meninggalkan keluarga, itu yang seharusnya diberikan penghargaan yang pantas.


Titip motor tidak tambah pinter saja bayar Rp. 1000,- meskipun cuma sepuluh menit. Lantas kenapa anaknya dititip ke orang, plus tambah pinter mesti cari yang gratis?


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:


إِنَّ اَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللهِ


"Sesungguhnya perkara yang paling berhak kalian ambil upahnya adalah kitabullah".


Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam "Bab Upah Dalam Mengajarkan Al-Qur'an", Imam Al-Hakim dalam bab "Ijarah (Upah)", Imam Ibnu Hibban dalam "Bab Bolehnya Mengambil Upah Dalam Mengajar Al-Qur'an", Imam Baihaqi dalam "Bab Rizki Muadzin". Wallohu a'lam. [Ahmed Widad]

Sumber:http://www.voa-islam.com
Tempat Roh Setelah Kematian

Tempat Roh Setelah Kematian


Assalamu’ alaikum. Di mana roh ditempatkan setelah mati, apakah di langit, di surga dan
neraka? Apakah ada di sekeliling kita? Apakah ia mempunyai hubungan dengan jasad yang ditanam di bumi?

Makruz Sahlan (makruze.***@*****.com)
roh-sesudah-mati
Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh. Bismillah, wash-shalatu wassalamu ‘ala Rasulillah.

Pertama, kami ingatkan agar kita tidak disibukkan dengan pertanyaan yang “kurang bermanfaat” dalam kehidupan kita sehari-hari, karena ilmu semacam ini, baik kita ketahui maupun tidak kita ketahui, tidak memberikan banyak pengaruh bagi ibadah maupun amal kita. Salah satunya adalah pertanyaan tentang roh.

Jika kita mengetahui keberadaan roh–apakah di jasad, di langit, atau di bumi–apakah kemudian kita akan menjadi semakin rajin beribadah, atau kita menjadi semakin takut kepada Allah? Jika yang ditanyakan “Apakah roh orang yang zalim juga disiksa?”, mungkin bisa kita katakan bahwa pertanyaan tersebut termasuk pertanyaan yang wajar karena, boleh jadi, jawaban atas pertanyaan tersebut bisa menambah ketakwaan kita. Namun, tentunya tidak bermanfaat jika pertanyaan tentang keberadaan roh ini terkait dengan pemahaman yang salah di masyarakat. Oleh karena itu, Allah mencela sikap orang Yahudi yang bertanya tentang roh, sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Isra`, ayat 85.

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”

Kedua, dari penjelasan di atas, bukan berarti bahwa para ulama tidak membahas masalah tempat roh setelah orangnya meninggal. Syeikh Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan posisi roh setelah terpisah dari jasad (dalam buku Al-Yaumul Akhir, hlm. 102), dengan rincian sebagai berikut:

a). Roh para nabi.
Roh mereka berada di tempat tertinggi, bersama para malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada detik-detik wafatnya, mengatakan, “Ar-Rafiiqul a’la (kumpulkanlah aku bersama sahabat terbaik yang berada di atas).”

b). Roh para syuhada.
Roh mereka berada di tembolok burung-burung hijau di surga. Burung ini memiliki sarang yang menggantung di bawah ‘Arsy, sebagaimana disebutkan dalam hadis sahih riwayat muslim.

c). Roh orang mukmin yang saleh.
Roh mereka berada di tembolok burung (bukan burung berwarna hijau) yang bergelantungan di pohon-pohon surga, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ahmad yang dinilai sahih oleh Al-Albani.

d). Roh ahli maksiat (orang yang gemar bermaksiat).
Roh mereka berada di tempat mereka mendapat siksaan.
- Roh pezina berada di suatu lubang seperti tanur; bagian atasnya sempit, dan bagian bawahnya longgar. Dari bawah tanur ini dinyalakan api, kemudian mereka berlomba-lomba berebut naik ke atas.
- Roh orang yang makan hasil riba berada di sungai darah; dia berenang, berusaha menepi. Ketika hampir sampai ke tepi, dia dilempari batu, kemudian dia berbalik lagi ke tengah.
- Roh tukang bohong akan digantung, kemudian mulutnya dirobek sampai ke tengkuk.
Semua ini disebutkan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari.

e). Roh orang kafir.
Roh mereka disiksa di alam kubur, dengan siksaan yang pedih. Dia dipukul dengan gadha oleh sosok makhluk yang buta lagi tuli. Andaikan gadha itu dipukulkan ke gunung, niscaya gunung tersebut akan menjadi tanah. Ini, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat An-Nasa’i. Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits, dari Dewan Pembina Konsultasi Syariah.
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/tempat-roh-setelah-kematian/#ixzz2RcwWhXbq
Sumber 2:signs meet someone who will doom.
Benarkah Arwah Orang Meninggal Masih Bergentayangan?

Benarkah Arwah Orang Meninggal Masih Bergentayangan?


Pada kesempatan ini saya ingin menjawab pertanyaan seorang teman yang kerabatnya meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Dia menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu, keluarganya ada yang mendengar suara-suara aneh dirumah. Kemudian menurut orang-orang tua ditempatnya, itu adalah arwah si mati yang masih berada dirumah. Kononnya arwah orang yang meninggal masih berada dirumah selama 40 hari setelah kematiannya.

Hal seperti ini memang sudah tertanam di benak kita sejak turun temurun dan bahkan sudah ada yang menjadi sebuah keyakinan orang muslim. Masalah inilah yang akan saya angkat agar tidak lagi terjadi salah kaprah dalam pandangan umat islam.

Orang yang sudah meninggal, maka terputuslah segala urusan duniawi-nya kecuali 3 hal yaitu :
Amal Jariyah
Ilmu yang bermanfaat
Doa dari anak yang shaleh
Dalam hal ini tidak ada Nash yang menyatakan bahwa orang yang telah meninggal maka arwahnya masih berada di dunia selama 40 hari.

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan daiam bukunya, al-Ruh, bahwa ada beberapa pendapat tentang keberadaan ruh/arwah setelah meninggal hingga hari kiamat. Dari sekian banyak pendapat yang ada, tidak satu pun yang menerangkan bahwa ada ruh yang bergentayangan. Ruh orang-orang beriman berada dialam barzakh yang luas, yang di dalamnya ada ketenteraman dan rezeki serta kenikmatan, sedangkan ruh orang-orang kafir berada di barzakh yang sempit, yang di dalamnya hanya ada kesusahan dan siksa.

Allah SWT berfirman :
"Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mukminun : 100).

Ada sebuah hadits yang mengisahkan proses perjalanan ruh sejak dicabut dari jasad oleh malaikat, kemudian ruh tersebut dibawa kelangit sebelum dikembalikan lagi ke dalam jasadnya yang berada di alam barzakh (kubur) untuk menerima pertanyaan dari malaikat dan mendapatkan kepastian dimana tempat ia akan menunggu datangnya hari kiamat, apakah di alam barzakh yng penuh kenikmatan atau alam barzakh yang penuh siksa sesuai dengan amal dan perbuatannya selama hidup. Mereka baru dibangkitkan kembali saat datangnya hari kiamat kelak.

Jadi intinya, tidak pernah ada orang yang telah meninggal maka ruh/arwahnya masih berada disekitar rumah sampai 40 hari. Karena setelah seseorang meninggal, maka ia akan berada di  alam barzakh bukan lagi di alam dunia (Berbeda dimensi). Kepercayaan seperti ini sangat bertentengan dengan ajaran islam dan harus kita koreksi mulai dari sekarang.

Lalu siapa biang kerok dari gangguan yang mengatas namakan orang yang telah meninggal...??

Setan, iblis dan jin kafir memang pekerjaannya menjauhkan manusia dari cahaya Allah SWT. Merekalah yang berusaha menggoyahkan keyakinan dan keimanan manusia yang mempercayai hal-hal semacam ini dalam bentuk yang nyata baik itu secara visual maupun audio (suara-suara).

Orang yang percaya dengan adanya arwah orang meninggal masih dirumah selama 40 hari, maka semakin yakinlah mereka dengan apa yang mereka alami sedangkan apa yang mereka yakini adalah ulah jin, setan dan iblis yang menjerumuskan mereka ke jalan yang sesat.

Semoga posting kali ini bisa bermanfaat untuk kita bersama agar terhindar dari tipu daya setan, jin dan iblis.

Sumber:http://gho-blogs.blogspot.com/2013/01/benarkah-arwah-orang-meninggal-masih-berada-dirumah-selama-40-hari.html
Pengalaman Kesurupan Jin

Pengalaman Kesurupan Jin

Jakarta, Setiap kali melihat pohon besar, Murni pasti ketakutan dan akhirnya kesurupan. Gara-gara ketakutannya itu dia bahkan sempat tidak mau keluar rumah hingga 4 bulan. Bahkan ujian sekolah pun dijalani di rumah.

Gadis 18 tahun itu pertama mengalami kesurupan ketika masih duduk di kelas 3 SMA. Saat itu dia mengikuti kegiatan perkemahan di Gresik, Jawa Timur. Tiba-tiba seorang rekannya kesurupan, dan 'menular' ke beberapa anak lainnya, tak terkecuali Murni.

Bumi perkemahan itu banyak terdapat pohon-pohon besar. Itulah yang membuat Murni ketakutan dan akibatnya kesurupan setiap kali melihat pohon besar.

"Saya nggak merasa dimasuki apapun. Itu karena emosi berlebihan yang nggak bisa diluapin dan akhirnya berontak sama diri sendiri. Sejak itu kalau melihat pohon besar jadi trauma," tutur mahasiswi semester 1 di salah satu universitas swasta di Surabaya ini saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (23/1/2013).

Selama 4 bulan, Murni sama sekali tidak berani keluar. Sehari-hari dia murung, merasa sendiri, cemas dan takut. Namun dia tidak tahu apa yang sebenarnya ditakuti. Terkadang keluarganya mendapati Murni sedang menangis sendiri dan tertawa sendiri. Bahkan suatu kali Murni melihat orang-orang di sekitarnya dengan mata melotot setelah bangun dari pingsan. Orang-orang menyebut mata Murni seperti mata setan.

"Waktu itu saudara-saudara pada datang, memberi perhatian. Saya yang tadinya merasa tidak diperhatikan jadi merasa diperhatikan. Semua pada ngumpul dan simpati, dan buat saya waktu itu ya sudah cukup," papar Murni.

Setiap kali tersadar dari kesurupan, Murni merasa lelah dan lemas. Sebab dia menggunakan banyak energi untuk berteriak-teriak, mengeluarkan semua emosinya. Meski sudah berteriak-teriak, namun Murni tidak merasa plong. Masih ada beban dan tumpukan emosi dalam dirinya yang kemudian bisa membuatnya kembali kesurupan.

"Saya sebenarnya sadar teriak-teriak. Tapi seperti tidak bisa mengontrol diri sendiri. Dan sekarang saya tahu kalau setelah kesurupan bilang seperti diikuti makhluk halus itu hanya akal-akalan agar apa yang kita lakukan itu tidak disalahkan. Padahal sebenarnya tidak ada yang mengganggu," terang mahasiswi jurusan psikologi ini.

Disampaikan Murni, orang yang kesurupan umumnya puas jika mendapat perhatian. Karena biasanya mereka yang kesurupan merasa kurang perhatian dan tidak diperhatikan.

"Merasa salah, dosa, nggak berguna, emosi banget karena biasanya nggak dapat perhatian. Kalau kesurupan kan pasti diperhatikan," sambung Murni.

Karena sering kesurupan, Murni sempat dibawa ke 'orang pintar'. Oleh sang 'orang pintar', Murni diminta mandi kembang tujuh rupa. Katanya Murni ketempelan makhluk halus. Meski mengikuti apa yang dianjurkan 'orang pintar' tapi Murni tahu benar tidak ada makhluk halus yang mengikutinya. Karena dia sebenarnya masih memiliki kesadaran dengan apa yang dilakukannya.

Murni juga dirukyah dan dibawa ke hipnoterapis untuk membantunya keluar dari hal-hal buruk. Murni kemudian lebih banyak menggunakan logika, dia tidak ingin membuang-buang waktunya dan menjadi orang tidak berguna karena sibuk dengan kesurupan-kesurupannya. Dia pun berniat sembuh.

"Saya mulai terbuka dengan keluarga, melihat secara positif, tidak lagi suudzon dan merasa paling hebat. Alhamdulillah sekarang saya tidak kesurupan lagi, meskipun memang tidak terlalu betah kalau berada di dekat pohon besar," kata Murni.

Selain Murni, Viki juga pernah mengalami kesurupan. Pengalaman pertama kesurupan didapatnya saat duduk di kelas 6 SD. Saat itu dia dan teman-temannya sedang mengikuti acara perkemahan.

Berbeda dengan Murni, Viki sama sekali tidak ingat apa yang dilakukannya saat kesurupan. Dia bahkan tidak merasakan hal yang berbeda setelah sadar dari kesurupan.

"Rasanya biasa saja, kaya nggak ada apa-apa," kata Viki.

Jika dia kesurupan di sekolah, maka guru-gurunyalah yang membantu menyadarkannya. Sedangkan jika hal itu terjadi di rumah, sang ayahlah yang turun tangan.

"Kalau kesurupan nggak lama, paling setengah jam gitu," ucap Viki.

Sumber:http://health.detik.com/read/2013/01/23/154733/2150842/775/pengalaman-murni-kesurupan-kalau-ada-pohon-besar

Baca juga:Kesurupan Jin Menurut Islam
KESURUPAN JIN DALAM PANDANGAN ISLAM

KESURUPAN JIN DALAM PANDANGAN ISLAM

Kesurupan (Ash shar ‘u) ialah ketimpangan yang menimpa akal manusia sehingga tidak dapat menyadari apa yang diucapkannya dan tidak dapat pula menghubungkan antara apa yang telah diucapkan dengan apa yang akan diucapkannya. Orang yang terkena kesurupan ini akan mengalami kehilangan ingatan sebagai akibat dari ketimpangan pada saraf otak. Ketimpangan akal ini akan diiringi dengan ketimpangan pada gerakan-gerakan orang kesurupan sehingga berjalan terhuyung-huyung dan tidak dapat mengendalikan jalannya.

Diantara fenomena kesurupan ini adalah kekacauan dalam ucapan, perbuatan dan fikiran.
Al Hafidz Ibnu Katsir Rahimahullah dalam “Fathul Bary” mengatakan kesurupan bisa jadi karena gangguan jin, dan tidak terjadi kecuali dari mereka yang berjiwa kotor; kemungkinan karena baiknya sebagian jenis manusia atau karena menimpakan gangguan kepadanya semata-mata.


Jadi hakikat kesurupan yang diakibatkan oleh gangguan jin adalah masuknya jin dalam tubuh manusia. Bisa jadi karena jin itu bekerjasama dengan tukang sihir/dukun dan inilah yang disebut Sihir, atau karena menyusup sendiri kedalam tubuh “seseorang” (manusia) karena ia benci atau karena ia cinta pada orang tersebut.

Eksistensi Jin

Karena hakikat kesurupan bisa jadi diakibatkan oleh jin, maka perlu kita uraikan eksistensi (hakikat adanya) jin yang sesungguhnya sehingga tidak lagi terkesan bahwa keberadaan jin adalah sesuatu yang khurafat.

Jin adalah salah satu jenis ciptaan Allah Subhanahu Wata’ala yang masuk dalam kategori alam ghoib. Dan keimanan kepada perkara-perkara ghoib (al ghoibiyyat) adalah sesuatu yang wajib bahkan menjadi sifat pertama yang dipakai oleh Allah untuk mensifati orang-orang yang bertaqwa (lihat QS.2 :1-3). Adapun hal-hal yang ghoib lainnya adalah Allah subhanahu Wata’ala sendiri dzat maupun sifatnya, malaikat, hari kebangkitan, syurga dengan berbagai kenikmatannya serta neraka dengan berbagai bentuk siksaannya.
Allah berfirman:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

Artinya: Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.(Qs.7 : 27)

Eksistensi (hakikat adanya) jin ditunjukkan dengan banyaknya ayat dalam Al Qur’an yang menyebutkan tentang Jin, bahkan ada satu surat yang dinamai dengan Surat Al Jin (Surat ke 72). Kata “ Jin ” disebutkan di dalam Al Qur’an sebanyak 22 kali, sedangkan kata “ al-jaan “ disebutkan 7 kali. Jadi makhluk jin ini disebutkan di dalam Al Qur’an sebanyak 29 kali. Penyebutan kata Jin ini sudah menunjukkan eksistensinya, dan untuk apa Allah menyebutkannya kalau memang tidak ada.
Firman Allah Ta’ala :

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْءَانَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
Artinya: “dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur'an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan ” (QS.46: 29).

Dalil-dalil lainnya dapat dilihat misalnya dalam surat : 6 : 130, 55 : 33, 72 : 1 dan 6, 5 : 91, 51 : 56 dan ayat-ayat lainnya.

Dalil-dalil As Sunnah juga sangat banyak menyebutkan tentang eksistensi Jin ini, diantaranya : Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dari ‘Aisyah Radiyallahu ‘Anha 

خلقت الملائكة من نور وخلق الجان من مارج من نار وخلق آدم مما وصف لكم
Artinya : “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api, dan Adam diciptakan dari yang telah dejelaskan kepada kalian “ (Hadits shahih R.Bukhari dan Muslim).

Sifat-sifat Jin

Dijelaskan dalam ayat-ayat Al Qur’an dan as Sunnah tentang sebagian sifat-sifat jin yaitu:
1. Jin diciptakan dari api, dan diciptakan lebih dah ulu dari manusia (QS. 15 : 26-27)
2. Jin berjenis kelamin, laki-laki dan perempuan serta kawin dan berketurunan (QS. 55 : 56, dan 18 : 50 ) dan bisa kawin dengan manusia
3. Iblis termasuk dari golongan jin bukan dari golongan malaikat (QS. 18 : 50)


4. Terdiri atas 3 jenis : - Jenis jin yang memiliki sayap dan terbang di udara
- Jenis ular dan kalajengking atau anjing berwarna hitam
- Jenis yang menetap dan berpindah-pindah.
(H. Ath Thabrany, Al Hakim, Al baihaqi di dalam Asma wa shifat dengan sanad yang shahih)
5. Memiliki bentuk rupa yang buruk 
6. Memiliki 2 tanduk (HR.Bukhari dan Muslim)
7. Jin juga makan dan minum, makanannya adalah tulang dan kotoran manusia serta semua makanan yang tidak dibaca dengan nama Allah (Bismillah).
8. Jin bisa menyerupakan diri sebagai manusia dan binatang tetapi bukan dalam bentuknya yang asli, Imam Syafi’I Rahimahullah mengatakan: “Bohong orang yang mengatakan melihat jin (dalam bentuknya yang hakiki)”.
9. Jin termasuk makhluk mukallaf (dibebankan kewajiban beribadah kepada Allah) lihat QS.51:56), karena itu ada yang ta’at (Muslim) dan ada yang membangkang (Kafir) lihat QS. 72 : 11 dan 14-15. 
10. Rasul yang diikuti oleh jin adalah Rasul dari kalangan manusia (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam). Lihat QS. 6 : 130.
11. Mereka menyenangi beberapa tempat, seperti : rumah yang di dalamnya ada anjing, di tempat-tempat kotor, kosong dan gelap, reruntuhan bangunan, di lubang-lubang, batu-batu, tanah yang gundul, kuburan, lautan, tempat yang ada suara musik seperti seruling, lonceng dan alat-alat musik lainnya, tempat-tempat yang ada patung dan gambar-gambar bernyawa, rumah yang di dalamnya lalai disebut nama-nama Allah, lalai beribadah, lalai dalam memelihara syari’at dan lalai membaca Al Qur’an. Mereka juga berada di antara barisan shalat (shaf) yang renggang, mereka juga menyenangi pasar-pasar.
12. Syetan jin dapat mencuri informasi dari langit. Mereka berta’awun dengan dukun/paranormal. Informasi yang berhasi yang dicuri oleh jin tersebut disampaikan kepada dukun/paranormal sehingga dukun/paranormal itu dapat menyampaikan hal-hal yang belum terjadi.
13. Jin juga dapat menculik manusia. (lihat buku Luqtul Marjan fi Ahkamil Jaan).
14. Jin menguasai dan mengalahkan manusia yang banyak berbuat dosa, sebaliknya tidak dapat menguasai dan mengalahkan orang-orang yang kuat imannya.

Dalil-Dalil Tentang Eksistensi Kesurupan Jin

Pertama : Dalil Al Qur’an

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
Artinya : “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. 2 : 275).

Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan: “di dalam ayat ini terdapat dalil atas kesalahan orang yang mengingkari kesurupan jin dan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pengaruh tabiat, atau syetan tidak dapat masuk pada diri manusia dan tidak dapat mengganggunya menjadi gila.

Sedangkan Al Alusi memberikan komentar: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan riba, mereka tidak dapat berdiri kecuali seperti berdirinya orang yang kesurupan di dunia. Attakhabbuth ialah pukulan bertubu-tubi di berbagai penjuru. Firman Allah minal massi, yakni penyakit gila. Dan dikatakan mussa arrajulu fahua masuus yakni gila, asalnya adalah menyentuh dengan tangan dan dikatakan demikian karena syetan mungkin menyentuh seseorang dan persentuhannya itu menimbulkan kerusakan sehingga menimbulkan gila.

Kedua : Dalil As Sunnah

Dari Mathar bin Abdur Rahman Al A’naq, ia berkata, : Telah menceritakan kepadaku Ummu Abban binti Al Wazi’ bin Zari’ bin Amir Al Abdi dari bapaknya bahwa Kakeknya A Zari’ pergi menemui Rasulullah SAW dengan membawa anaknya atau anak saudara perempuannya yang sedang gila. Kakekku berkata : Ketika kami datang kepada Rasulullah SAW di Madinah, aku berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku membawa anak-anakku atau anak perempuanku yang sedang gila, aku bawa dia kepadamu agar engkau mendo’akannya kepada Allah”. Nabi SAW berkata : “Bawalah dia kemari”. Kemudian aku pergi mengambilnya di kendaraan, lalu aku lepaskan ikatannya dan aku copot pakaian safarnya kemudian aku ganti dengan dua pakaian yang baik dan aku gandeng tangannya hingga kubawa kehadapn Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW berkata : “Dekatkanlah kepadaku dan hadapkan punggungnya kepadaku”. Ia (Kakekku) berkata : Kemudian Nabi SAW mengambil mengambil simpul-simpul kainnya dari atas dan bawahnya lalu memukul punggungnya hingga aku lihat putih kedua ketiaknya seraya berkata : “Keluarlah musuh Allah, Keluarlah musuh Allah”. Kemudian anak itu menatap dengan pandangan yang sehat tidak seperti pandangan sebelumnya, lalu Rasulullah SAW menundukkannya dihadapannya seraya berdo’a untuknya kemudian mengusap wajahnya. Setelah do’a Rasulullah SAW ini tidak ada seorang pun diantara rombongan yang lebih baik dari anak itu.
Al Haitsami berkata : Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani sedangkan Ummu Abban tidak menyampaikan Riwayat kepada Mathar.(Majmma’uz Zawa’id). 


Dari hadits ini dapat disimpulkan beberapa hal :
1. Syetan bisa merasuki manusia hingga menjadi gila
2. Kesurupan dapat menimbulkan penyakit pisik dan kejiwaan.
3. Kesurupan (kerasukan syetan) bisa diobati
4. Syetan bisa merasuki anak-anak hingga menjadi gila. Hal ini nampak jelas dari perkataan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam “Keluarlah musuh Allah” . Perintah keluar disampaikan tentunya setelah proses masuk sebelumnya.

Ketiga : Dalil logika

Jin adalah makhluk halus sedangkan manusia adalah makhluk berjasad. Maka Muhammad Al Hamid dalam buku Rududun ‘alal bathil berkata: Jika jin berjasad halus maka secara akal ataupun agama tidak mustahil bila masuk kedalam tubuh manusia, karena yang halus bisa masuk kedalam tubuh yang tebal, seperti udara bisa masuk kedalam tubuh kita, atau api bisa merasuk didalam bara, atau listrik mengalir dikabel, bahkan seperti air didalam tanah, pasir dan pakaian, padahal dia tidak sehalus udara dan lsitrik.
Sikap ahlul haq ialah menerima nash-nash yang memberitahukan bahwa jin bisa masuk kedalam tubuh manusia, kenyataannya mengenai hal ini pun telah banyak kita saksikan sehingga kita tidak boleh menolaknya. Bahwa wahyu telah memberitahukan hal ini. Kita dituntut menerimanyatanpa Ta’wil dan Na’if yang akan membawa nash-nash tersebut keluar dari jalannya yang benar kepada berbagai kebengkokan yang dapat dibenarkan oleh Islam dan Aqidah yang benar. Sikap mengimani inilah yang akan menyelamatkan dari keabadian di neraka kelak.
Kenyataan-kenyataan tentang masuknya jin kedalam tubuh manusia ini sangat banyak dan bisa disaksikan. Orang yang mengingkarinya, karena saking banyaknya peristiwa ini, akan bertabrakan dengan kenyataan-kenyataan empirik yang sekaligus menyatakan kesalahan pendapatnya tersebut 

Keempat : Dalil realitas

Hampir setiap hari kita menemukan orang yang kesurupan, terkadang keluarga kita, kawan kita bahkan diri kita sendiri yang kebanyakannya karena dikirim oleh tukang-tukang sihir dan dukun yang mendapatkan order dari orang-orang yang sakit hati. Salah satu bukti realistis adalah seseorang yang ketika kesurupan dapat berbahasa Arab dengan baik padahal ketika ia sadar tidak dapat melakukannya. Ini diakibatkan karena jin yang menyusup pada orang itu pandai berbahasa Arab atau ia adalah jin berbangsa Arab.

Metode Pengobatan Kesurupan

Islam membagi metode pengobatan terhadap orang yang kesurupan dalam dua bagian besar, yaitu :

A. Metode yang bertentangan dengan syari’at
Adapun metode yang bertentangan dengan syari’at umumnya menggunakan jin, yaitu beristi’anah (meminta pertolongan) kepada jin, bentuknya adalah dengan menggunakan bacaan/mantra-mantra yang mengandung unsur syirik. Dengan bacaan-bacaan/mantra-mantra itulah ia mengundang jin untuk memberikan pertolongan kepada orang yang kesurupan. Biasanya bacaan-bacaan ini menggunakan sebagian ayat-ayat Al Qur’an dengan maksud mengelabui dan selebihnya menggunakan bahasa yang tidak jelas dan tidak dipahami maknanya.

Allah berfirman : 
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Artinya : Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.(QS.72: 6).

Syaikh Al Utsaimin Rahimahullahu dalam Al Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid mengatakan : “Sisi penggunaan ayat sebagai dalil ialah celaan terhadap orang yang memohon perlindungan kepada selain Allah (jin). Seseorang yang memohon perlindungan kepada sesuatu, tidak diragukan lagi bahwa dia telah mengaitkan harapan kepadanya dan bersandar kepadanya. Ini termasuk jenis syirik.

Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wasallam bersabda :
إِِِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ
Artinya : Sesungguhnya ruqyah, jimat dan pelet itu adalah syirik (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud Raiyallahu ‘Anhu).

Metode yang haram ini banyak digunakan oleh tukang sihir, dukun, paranormal dan lain-lain yang sejenis. Syekh Wahid Abdul salam Bali menjelaskan “ Cara kerja mereka pada dasarnya adalah meminta kepada selain Allah. Syetan-syetan tidak akan mau melayani tukang sihir hingga dia kafir dengan suatu ucapan atau perbuatan. Semakin mereka itu itu bermaksiyat kepada Allah maka syetan-syetan itu semakin dekat kepadanya. Waktu kecil, kami sering mendengar ada seorang ahli sihir terkenal tidak bisa mensihir dan syetan-syetan tidak mau datang kepadanya hingga ia menjadikan Al qur’an sebagau alas kaki yang dipakainya untuk ke WC. Oleh sebab itu, syetan-syetan mau melayaninya dan membawakan sesuatu ke rumahnya.”
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

من أتى كاهنا فصدقه فقدكفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم
Artinya: Barangsiapa mendatangi dukun dan membenarkannya, maka sungguh ia telah kafir kepada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (HR. Abu Dawud). 

Dalam riwayat yang lain disebutkan yang :

Artinya: Barangsiapa mendatangi seorang dukun peramal, lalu bertanya kepadanya sesuatu dan membenarkannya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari (HR. Imam Muslim).

B. Metode yang sejalan dengan syari’at
Metode ini disebut juga “Ruqyah Syar’iyyah” yaitu pengobatan dengan membacakan ayat-ayat Al Qur’an, nama-nama dan sifat-sifat Allah, do’a-do’a yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam atau do’a-do’a yang berbahasa Arab yang jelas dan dipahami maknanya, dengan mengharapkan kesembuhan dari Allah semata, serta meyakini bahwa bacaan itu tidak memberi pengaruh pada dzatnya kecuali dengan taqdir Allah ‘Azza Wa jalla.

Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wasallam berkata kepada ‘Auf bin Malik Radiyallahu ‘Anhu ketika beliau bertanya tentang ruqyah yang dilakukannya :

اِعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ. لاَ بَأْسَ باِلرُّقَى ماَلمَ ْتَكُنْ شِرْكًا
Artinya: “Perlihatkan kepadaku (metode) ruqyahmu,tidak mengapa ruqyah selama tidak (mengandung unsur) syirik” (Hadits Shahih Riwyat Muslim).
Selanjutnya lihat buku “Kesurupan Jin dan Terapinya menurut Al Qur’an dan As Sunnah”.

Wallahu Ta’ala A’laa wa A’lam

*Disajikan dalam Seminar Islami “Pengobatan Kedokteran Spritual: Kesurupan Jin dalam Tinjauan Syar’I dan Terapinya secara Islami diselenggarakan Oleh Wahdah Islamiyah Cabang Ternate kerjasama dengan Pengurus Masjid Babussalam UNKHAIR Ternate, Sabtu 9 jum.Tsaniyah 1426H- 16 Juli 2005M, Oleh : Muhammad Qasim Saguni

Maraji : 
1. Wiqayatul Insan Minal Jinni Wasysyaithan, oleh Wahid abdul Salam Bali
2. Ash Shadimul Battar fit Tashaddii lissaharatil Asyrar, oleh Wahid Abdul salam Bali.
3. Al Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid, Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
4. Al Madkhalu lidirasatil ‘Aqidatil Islamiyyah ‘ala Madzhabi Ahlissunnah Wal jama’ah. Oleh DR. Ibrahim bin Muhammad bin Abdullah Al-Buraikan.
5. Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhid, oleh Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Asy-Syaikh.


Sumber:http://www.qasimsaguni.com/2008/11/kesurupan-jin-dalam-pandangan-islam.html

Apakah Ajaran Syi'ah Itu Sesat?


Sorang bertanya:apakah Syiah itu sesat? Saya tidak menjawab kemudian dia bertanya apakah Rasulullah itu Syiah atau Sunni? Nah kalau yang ini langsung saya jawab Rasulullah, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali bin Abi Thalib, mereka semuanya bukan Syiah bukan pula Sunni. Jawaban ini mirip jawaban Quran ketika Yahudi dan Nasrani saling “berebut”,… yang satu bilang Ibrahim itu Yahudi, yang lain bilang Ibrahim itu Nasrani. Dan Quran menegaskan Ibrahim bukanlah yahudi bukan pula Nasrani tapi seorang yang lurus dan berserahdiri pada Allah(muslim). Dia manggut manggut, entah karena paham atau karena mumet. Tapi dia teus mengejar,”Jadi syiah itu sesat kan?”Saya katakan,”jangan kasih saya multiple choice, tapi saya akan jelaskan di blog way to islam by heart, karena cara pandang “hitam putih” seringkali mengaburkan pemahaman” Jadi gimana jelasnya?
wiseislam

Fatwa sesat hanya bisa ditarik atas sebuah ajaran tertentu tetapi tidak bisa dinisbatkan pada sekelompok orang. Artinya yang bisa dihukumi sesat adalah ajaran Syiahnya, bukan orang orangnya. Kenapa demikian? karena sebenarnya kalau mau lebih teliti kita akan dapati bahwa dari orang orang yang "kelihatannya" termasuk kelompok syiah, ternyata tidak semuanya tahu ajaran Syiah yang sebenarnya. (Ini berlaku pada kelompok islam manapun). Beberapa sahabat saya "syiah" tetapi menganggap Abu Bakar Umar dan Utsman adalah sama dengan Ali bin Abi Thalib dalam kedudukannya sebagai pengganti Rasulullah. Padahal menurut Fatwa MUI disebutkan bahwa ajaran Syiah tidak mengakui khulafaur rasyidin kecuali Ali saja. Memang sedikit rumit, apalagi jika kiat kiat taqiyah (menyembunyikan keyakinan) yang dinisbatkan pada pengikut syiah benar benar mereka lakukan. Artinya apa yang mereka zahirkan pada kita tidak sama dengan yang terjadi sebenarnya. Namun jika memang demikian maka tanggungjawab kita hanyalah sebatas yang kita ketahui secara zahir, sedangkan mengenai keyakinan hati mereka sebenarnya itu urusan mereka dengan Allah. Fatwa MUI sudah benar 100%. kemungkinan kesalahan bisa terjadi jika informasi mengenai syiah yang diterima MUI tidak benar. Dan pada kenyataannya jika ada 12 sekte syiah bisa jadi yang  masuk dalam kategori sesat tidak 12 melainkan kurang dari itu.

Arogansi dan Fanatisme Kelompok

Mau syiah ataupun sunni, atau kelompok apa saja sebenarnya ada satu penyakit kronis yang selalu menjangkiti orang yang masuk dalam kelompok tersebut yaitu arogansi dan fanatisme kelompokyang berlebihan. Tidak terlalu penting masalah sunni atau syiah atau kelompok lain, sepanjang kita mau secara sadar terus memperbaiki pemahaman kita atas quran dan sunnah nabi, insyaallah pasti ketemu kebenaran itu. Bahkan bukan cuma syiah, dengan kelompok ahlul kitab(yahudi nasrani) pun kita masih bisa berdialog. Mana yang sama dan mana yang berbeda. Bagian yang sama kita jadikan patokan kesepakatan, kemudian bagian yang berbeda kita uji bersama sama. Allah mengkaruniakan mata telinga dan hati untuk bisa menyelami detil detil perbedaan tersebut. Dari sekian banyak yang berbeda kita bisa ambil yang paling konsisten dengan hal yang sudah disepakati.

contoh: dialog Islam Kristen

Bagian yang sama: Yesus mengatakan"Tidak ada Tuhan kecuali Allah" dalam Quran juga disebutkan demikian. maka kalimat itu harus disepakati sebagai kebenaran
Bagian yang beda: "Paulus mengatakan bahwa Yesus anak Allah" dalam Quran disebutkan "Allah tidak ber anak tidak juga merupakan anak dari Tuhan yang lain"
Bagian beda ini di periksa kembali dan dibandingkan dengan paradigma yang sudah disepakati. Dalam kasus di atas perkataan paulus tidak konsisten dan bertentangan dengan perkataan Yesus yang dimuat dalam bibel dan Quran. maka dengan sendirinya perkataan Paulus batal.
Kesulitan sesungguhnya bukan terletak pada substansi permasalahan. Masalah utamanya adalah "setiap orang meresa bahwa pendapatnya sendiri lah yang paling benar dan tidak mungkin berubah sampai kapanpun"

Sumber:http://wiseislam.blogspot.com/2012/09/apakah-syiah-itu-sesat.html

Sesatkah Aliran Hizbut Tahrir?


Hizbut Tahrir Indonesia Itu Apa?Sebuah Aliran Sesat? Pertanyaan yang seringkali mengusik ini tentu tidak mesti dijawab dengan njelimet.Hizbut Tahrir Indonesia yang sering disingkatHTI adalah salah satu kelompok gerakan Islam sebagaimana Salafy, Ihwanul Muslimin, Jamaah Tabligh, dan beberapa kelompok Islam lainnya, yang pada dasarnya merupakan implementasi gagasan pembaruan Islam. Gerakan semacam ini pada tahapan tertentu mengambil bentuk organisasinya sendiri hingga terbentuk kelompok kelompok yang saling terpisah berdasarkan ciri masing masing.Apakah gerakan semacam itu sesat?Berikut Penjelasannaya

Apakah Hizbut Tahrir Itu?

Hizbut Tahrir adalah kependekan dari nama aslinya Hizb at Tahrir al Islami (Partai Pembebasan Islam) yang didirikan di Al Quds pada tahun 1952 oleh Taqiyudin an Nabhani (Hafidzul Quran, Qadhi/hakim Palestina lulusan Al Azhar)Hizbut Tahrir bermaksud membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang amat parah, membebaskan umat dari ide-ide, sistem perundang-undangan, dan hukum-hukum kufur, serta membebaskan mereka dari cengkeraman dominasi dan pengaruh negara-negara kafir. Hizbut Tahrir bermaksud juga membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi, sehingga hukum yang diturunkan Allah SWT dapat diberlakukan kembali.

Sifat Hizbut Tahrir Indonesia
Organisasi Hizbut Tahrir Indonesia bersifat terbuka (meski di masa rezim Suharto tidak demikian). Kajian kajian keislamannya dapat dijadikan sumber pengkayaan pemikiran Islam, meskipun implementasi di lapangan masih perlu dukungan intelektual yang lebih cerdas. Dari beberapa prinsip ajarannya nampak Hizbut Tahrir mengutamakan dakwah politik yang lebih bersifat lisan. Dari sudut pandang politik Indonesia HTI telah mengambil peran sebagai oposan. Tentu saja jika memiliki dukungan Intelektual yang memadai akan lebih mampu mewarnai pengambilan keputusan politik di negeri ini. 

 Hizbut Tahrir Indonesia Sesat?
Tentu saja tidak mungkin kita sembarangan mengatakan sesat. Dari sejarahnya kita melihat bahwa HT hanyalah sekelompok kaum muslimin yang berusaha memperjuangkan Islam dengan cara dan penafsiran mereka sendiri. Sepanjang yang mereka lakukan tidak bertentangan dengan Quran dan contoh Rasulullah maka tidak dapat dihukumi sesat. Dan dalam perjalanan sejarahnya HT belum terlihat menafikkan kelompok Islam yang lain sehingga tingkat penerimaan masyarakat relatif biasa saja, (tidak ada resistensi masyarakat). Namun memang ada beberapa pengikut HT yang karena ketidaktahuannya atau karena akhlak pribadinya yang kurang mendukung seringkali berbenturan dengan kelompok Islam yang lain. Yang paling sering mengemuka dalam kasus kasus semacam ini adalah sifat merasa diri paling benar, paling nyunnah dibanding kelompok lain. Sifat seperti ini bukan hanya milik satu kelompok melainkan hampir semua orang yang berafiliasi dengan kelompok tertentu mengidap penyakit ini.(bangga dengan pendapat kelompoknya, sembari meremehkan pendapat kelompok lain).

Hizbut Tahrir (Dinamika Perjuangan Umat Islam)

HTI termasuk salah satu organisasi perjuangan umat Islam Indonesia yang cukup progresif. Kita bisa lihat  aksi turun ke jalan yang mereka lakukan seringkali menghiasi surat kabar. Internet dan media cetak juga menjadi wahana dakwah yang dengan serius mereka garap. Dukungan intelektual yang memadai juga mereka miliki. Kenyataan ini sebenarnya membuka peluang HTI menjadi salah satu alternatif yang memperkaya dinamika perjuangan Umat Islam Indonesia. 

Khilafah (Isu Utama Pemikiran Hizbut Tahrir)


(by Adil Muhammad Isa)
Bukti Sesatnya Ajaran Eyang Subur

Bukti Sesatnya Ajaran Eyang Subur


Sekarang siapa yang tak kenal Eyang Subur? Mantan guru spiritual Adi Bing Slamet yang menjadi pemberitaan di berbagai media. Wajah dan kabar tentangnya menghiasi layar kaca setiap hari akhir-akhir ini. Siapa sebenarnya Eyang Subur? Apakah kakek tua yang terkenal misterius ini benar-benar mengajarkan ajaran sesat seperti yang dibeberkan oleh mantan murid Eyang Subur, Adi Bing Slamet dan Arya Wiguna?
ciricara.com eyang subur adi bing slamet 201x200 Daftar Ajaran Sesat Eyang Subur Menurut Mantan Muridnya
liputan6.com
Dilansir dari Detik.com, ternyata Eyang Subur memang mengajarkan ajaran sesat! Mantan murid-muridnya sendiri yang merinci satu-persatu ajaran Eyang Subur. Kesesatan Eyang Subur yang pertama diungkap oleh Adi Bing Slamet selaku, mantan murid Eyang Subur. Menurut Adi Bing Slamet, Eyang Subur adalah penganut ilmu hitam yang suka mengajarkan ilmu yang ia peroleh kepada para pengikutnya. “Sudah jelas dia penganut ilmu hitam, bukan seorang Islam yang sejati. Itu bisa dilihat dari cara-caranya dia, komentar-komentar dari pengikutnya juga bisa kelihatan, yang ada hanya duniawi,” kata Adi seperti ditulis oleh sumber berita.

Sedangkan kesesatan Eyang Subur yang kedua adalah ia diisukan memelihara banyak jin. Isu tersebut juga dibenarkan oleh Adi Bing Slamet. “Dia emang punya (jin), jadi nggak peduli anak dan istri nggak nurut jadi tumbal. Hampir nggak ada positifnya!” katanya lagi. Kesesatan Eyang Subur yang ketiga adalah sang Eyang memiliki hasrat untuk berhubungan layaknya suami dan istri yang sangat tinggi. Tidak hanya memiliki delapan orang istri, Eyang Subur ternyata juga pernah menikah sebanyak 25 kali. Hal ini diungkapkan oleh mantan muridnya yang lain, Arya Wiguna. “Memang sangat bisa kalau urusan jin. Jin itu nafsunya tinggi, nggak ada puasnya. Istrinya memang delapan tapi dia udah pernah nikah sebanyak 25 kali,” kata Arya.

Selain itu, Eyang Subur pernah mengaku lebih tua dar Nabi Adam As. “Orang yang bernama Subur ini terus terang diperhatikan oleh kita semua dan ini sangat bahaya Pak dan saya korbannya. Dia selalu mengatasnamakan Subur, Subur ini mengaku lebih tua dari Nabi Adam umurnya sebelum masehi. Utang negara dia yang bayar, semua paranormal akan nurut sama dia, lumpur Lapindo hanya dia yang bisa nyetopin,” jelas Adi.

Ajaran sesat Eyang Subur yang terakhir adalah ritual-ritual aneh yang harus dilakukan oleh para muridnya. Adi Bing Slamet sendiri pernah diminta untuk meminum kopi pahit dan air garam dalam waktu-waktu tertentu. “Ada ritual yang saya lihat kopi manis, kopi pahit, saya ikutin sehari dua hari, seminggu dua minggu, sebulan sampai akhirnya tahunan,” jelas Adi. “Di sana yang namanya salat tidak wajib, puasa tidak wajib, naik haji tidak wajib.

Jadi terus saya diajarin minum-minuman saya lihat dia gonta- ganti istri pas saya datang itu sudah 4, ini ibarat kayak mobil test drive, mungkin dia cobain dulu. Sekarang ada 8, saya diajarin mabok-mabokan kita dikasih minum alesannya kalau joget itu nggak malu, biar nggak ada korban lagi,” Itulah rangakaian ajaran sesat Eyang Subur yang diungkapkan oleh dua orang mantan muridnya, Adi Bing Slamet dan Arya Wiguna. Kasus Eyang Subur sendiri masih belum menemui titik terang walaupun Eyang Subur sudah mengusahakan jalan damai.

Read more at: http://ciricara.com/2013/04/12/daftar-ajaran-sesat-eyang-subur-menurut-mantan-muridnya/

Terkait lainnya:
*37 Fakta menarik Tentang eyang subur
*Kumpulan foto aneh eyang subur

Ternyata Yesus Punya Tiga Orang Istri Lho..!

ilustrasi:forumkristen.com

Tidak akan ada kristianis yang akan mempercayai bahwa Yesus, Tuhan yang mereka sembah itu, mempunyai istri dan keturunan. Bahkan kita umat Islampun, akan tercengang tidak percaya bahwa dalam sejarah hidupnya Yesus pernah kawin dan mempunyai keturunan, karena selama ini kita juga dijejali oleh cerita kaum Kristen bahwa Yesus keburu diangkat kesorga tanpa pernah kawin.

Yesus sebagai manusia yang terlibat dalam sejarah telah dikaburkan sedemikian rupa, sehingga sejarah Yesus benar-benar gelap bagi sebagian besar umat manusia. Yang tinggal adalah Yesus yang dibungkus dengan pakaian ketuhanan, sehingga bagi orang-orang yang tidak mampu menggunakan akal sehatnya, Yesus benar-benar dianggap sebagai Tuhan.

Tapi bagi sebagian manusia yang mau menggunakan akalnya, Yesus sebagai semua kesejarahannya, menjadi sumber pertanyaan akal yang tidak pernah berhenti. Mereka-mereka inilah yang sedikit demi sedikit, menguak misteri sejarah hidup Yesus.

Salah satunya, adalah seorang teolog, pakar Perjanjian Baru dan Gulungan Laut Mati, Prof. DR. Barbara Tiering, dari Univ. of Sidney Australia. Setelah melakukan penelitian terhadap gulungan-gulungan Laut Mati (The Dead Sea Scrolls), selama 20 tahun, sampai kepada kesimpulan bahwa Yesus, beristeri, bahkan lebih dari satu, alias Poligami.

Menurut sang Profesor, dalam sejarah kehidupan Yesus, Yesus pernah kawin bahkan 2 kali. Dan upacaea perkawinan Yesus, dapat ditelusuri dalam PB sendiri, yaitu dalam Injil Markus-14:3, Yohanes-12:3 dan Lukas-7:37 dan seterusnya.

Markus-14:3.

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

Yohanes-12: 3

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, berabad-abad dibantah oleh Gereja. Bahkan Maria Magdalena, difitnah sebagai seorang perempuan pendosa.

Lihatlah Injil Lukas-7:37, bagaimana Maria Magdalena difitnah sedemikian rupa, dengan mengatakan bahwa dia seorang perempuan pendosa :

Lukas-7:37.

Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.

Tapi lanjutkan dengan membaca ayat-38 dari injil yang sama :

Lukas-7:38

Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Seorang perempuan yang mencurahkan minyak wangi kekepala, , kekaki, dan menciumi lelaki tersebut, menurut Profesor Thiering, adalah upacara perkawinan bangsawan Yahudi.

Dalam masyarakat Yahudi, tidak akan pernah ada seorang perempuan pun, yang ujug-ujug datang mencium seorang lelaki yang bukan muhrimnya, karena perbuatan itu hukumannya adalah hukuman mati.

Dan Yesus adalah seorang bagsawan, karena dia adalah keturunan Raja Daud.

Bantahan Prof. Thiering terhadap klaim gereja yang selama berabad-abad menutupi hubungan istimewa Yesus dengan Maria Magdalena, didukung oleh penemuan Injil Philip di daerah Nag Hamadi, Mesir pada tahun 1945.

Dalam Injil Philip ini, disebutkan dengan jelas, bahwa :

There were three who always walked with the lord: Mary his mother and her sister and Magdalene, the one who was called his companion?. And the companion of the [Saviour was ] Mary Magdalene. [He loved] her more than [all] the disciples [and used to] kiss her [often] on her [mouth]. The rest of [the disciples] said to him, 'Why do you love her more than all of us?'The Saviour answered and said to them,'Why do I not love you like her? " (59, 6-12; 63, 32- 64, 5)

Terjemahan ke bahasa Indonesianya, menurut saya :

"Ada 3 orang yang selalu berjalan bersama Yesus : Maria ibundanya dan Maria saudara ibunya, dan Magdalena, yang disebut sebagai pasangannya?.
Dan pasangan dari Sang Juru Selamat (Saviour) adalah Maria Magdalena. (Dia mencintai) nya, melebihi cintanya kepada murid-murid yang lain dan sering menciumnya di mulutnya

Murid-murid yang lain berkata kepadanya : ?Kenapa engkau lebih mencintainya dari pada kami??. ]Sang Juru Selamat menjawab dan berkata : Kenapa aku tidak mencintai kalian seperti mencintai dia?? (59, 6-12; 63, 32; 64, 5)

Selanjutnya dari hasil penelitian Prof. Thiering, terungkap fakta bahwa acara pernikahan Yesus dgn Maria Magdalena, diselenggarakan pada hari Jum?at tgl 22 Sept. thn 30. Ini adalah upacara pernikahan. Acara resepsinya diselenggarakan 3 thn kemudian, yaitu pada 19 Maret tahun 33 , jam 12 malam. Besoknya Yesus ditangkap, dan disalibkan.

Pada tgl 14 Juni 37, jadi 4 tahun setelah penyaliban, lahirlah anak Yesus yg pertama, yg diberi nama Jesus Justus. Anaknya yg ke-3 lahir pada 10 April 44. Namanya tidak diketahui. Anaknya yg kedua tidak ada informasi.

Perkawinan Yesus yg kedua berlanhsung dgn seorang perempuan yg bernama Lidia, pada 17 Maret 50.

Kalau ditambah dengan cerita rakyat di Kashmir, Yesus juga kawin dengan seorang perempuan desa yg cantik. Lha?, punya 3 istri, dong?.?

Kalau umat Islam, meragukan bahwa Yesus pernah kawin dan punya keturunan, maka buanglah keraguan itu jauh-jauh, karena Allah SWT berfirman dalam AlQur?an :

Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-Rasul sebelum engkau, dan Kami memberikan isteri-isteri dan keturunan kepada mereka. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (atau mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab. (QS-13: 38).

Setiapkali membaca ayat Al-Qur'an kita selalu menyatakan dengan takzim : Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNvya.

Jadi?, siapa bilang Yesus hidup membunjang??

Sumber:http://rantaupincono.blogspot.com